Monday, May 16, 2016

Trip ke Pulau Derawan # Part 5

Setelah sekitar 40 menitan naik speed akhirnya kami sampai juga di tempat impian kami yaitu Pulau Derawan, Ooooemjiiiii airnya bening benerrr serasa gak sabar sudah pengen nyebur. Soalnya kebiasaan mandi di kali yang airnya butek pas waktu anak-anak dulu jadi ketika lihat air laut bening langsung pecicilan. Kalaupun pernah ke pantai ya pantainya gak sebening di Derawan airnya. Speet langsung di sandarkan ke dermaga umum di pulau ini, dengan bergegas kami langsung keluar dari speed tanpa banyak omong langsung alay-alayan lagi foto-foto hehe... Beberapa speed boat tampak terlihat seperti mengawang-awang karena airnya saking beningnya. Pulau Derawan ini bukanlah pulau yang luas hanya beberapa hektar saja luasnya, penduduknya cukup padat dan dimonasi oleh suku Bajau dan Bugis sepertinya karena terdengar dari logat mereka bicara. Kondisi sekitar dermaga umum secara keseluruhan cukup indah airnya bening namun andai saja warga tidak membuat rumah-rumah dan penginapan pas dipantai dan menjorok ke laut pasti pantainya akan lebih indah, sebenarnya sih nda masalah kalau saja bangunan tersebut tertata rapi seperti di Bora-Bora, kaya pernah ke Bora-Bora aja padahal cuman bisa liat lewat gugel. Bangunan yang dibangun saya rasa sangat tidak beraturan bahkan terlihat agak kumuh ditambah lagi dengan sampah yang cukup banyak berserakan di pessisir pantai yang menuju ke arah utara dari dermaga. Kaget juga sih kata orang-orang entah di cerita di blog mereka menggambarkan pantainya luar biasa wahhh gituuu...tapi ternyata cukup banyak sampahnya.





Setelah bayar biaya retribusi Rp. 5000 per orang kalau nda salah ya soalnya ini kejadian sudah setengah tahun yang lalu kami langsung berjalan di menuju ke arah perkampungan namun kami sempat kecewa masa ini sih Derawan perasaan ada bagian pantai yang bagus seperti yang sudah pernah saya lihat difoto anak-anak yang sudah pernah ke sini. Dripada bengong kami lalu sempatkan untuk bertanya kepada salah satu penduduk lokal kira-kira dimana pantai yang biasanya orang berkumpul bersantai karena kondisi di dekat dermaga tidak terlihat seperti tempat wisata dan tidak terlihat wisatawan yang lalu lalang. Kata bapak-bapak yang kami tanyai pantai yang banyak pengunjungnya itu berada dibagian timur pulau dan kesana hanya perlu jalan kaki menyisiri pantai. Setelah mendapat informasi yang cukup jelas kami pun langsung ke arah timur dengan melalui rute arah utara kemudian belok ke timur.

Disepanjang jalan menuju ke arah timur kami melewati salah satu kuburan umum yang yang sepertinya kuburan tersebut merupakan kuburan jaman dahulu kala kemungkinan usia kuburan tersebut sudah ratusan tahun. Di kuburan tersebut terlihat ada satu patung kuda yang cukup gimana gituuu...setelah melewati kuburan tua kemudian kami melewati pembangkit listrik tenaga diesel milik PLN yang tentunya sumber penerangan di pulau ini. Di PLN ini kami sempat singgah sejenak melihat-lihat kondisi PLN tersebut. Cukup besar bangunannya dan yang pastinya sangat berisik suaranya karena mesin diesel yang selalu dinyalakan. Selain ada mesin diesel di bagian halaman sampingya terlihat banyak panel surya yang mungkin energinya digunakan untuk penerangan ketika si mesin dilakukan preventif maintenance atupun kerusakan. 

Dari depan PLN jalanan yang kami lewati tidak selebar di depan rumah warga, yah boleh dibilang jalan setapak yang cukup lebar sekitar satu setengah meter tebuat dari batako yang disusun jadi nda becekk dan gak perlu pake ojekkk... Sepanjang jalan setapak kita akan disuguhi pesisir pantai derawan bagian utara namun yah seoperti saya bilang di awal banyak sampah yang dibuang sembarangan di pesisir tersebut.

2 comments:

  1. Nice trip yaa.. Kapan kapan kalo ada destinasi lain di area Kalimantan ajak - ajak yaaa...

    ReplyDelete
  2. O pastinya, kapan ke Maratua nih hehe...

    ReplyDelete