Monday, May 30, 2016

Trip ke Bali Part # 1

Sebenarnya keinginan liburan ke Bali itu sudah lama sekali, namun tidak pernah kesampaian juga dikarenakan banyak hal. Maret 2015 adalah pertama kali saya berkunjung ke Bali, kebetulan kami bertiga bersama teman di tempat kerja dan salah satunya lagi teman di tempat kerja sebelumnya.

Sebenernya pada saat itu keuangan alias dana minim sekali karena persiapannya cukup dadakan, maklum berangkat dari Berau Kalimantan Timur cukup banyak menghabiskan biaya. Transportasi merupakan cost yang paling tinggi,  karena harus naik pesawat dua kali dengan total perjalanan lebih dari dua jam.
 
Besok pagi waktu cuti tiba, berarti tiba pula liburan yang telah ditungu-tunggu. Pada malam itu seperti kebanyakan orang saya sempatkan untuk packing-packing dahulu sebelum tidur. Jauh beberapa hari sebelumnya rencana perjalanan atau itinerary sudah kami siapkan berdasarkan kesepakatan. Bagi yang ingin melaksanakan liburan saran saya adalah tentukan dahulu itinerary atau rencana ke mana saja tempat yang akan kalian kunjungi, agar waktu uang dan tenaga tidak terbuang sia-sia. Apalagi jika liburan tersebut akan menghabiskan biaya banyak.

Sebenarnya itinerary yang kami susun sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Setelah semua fix baru kami membeli tiket pulang-pergi dan voucher hotel sesuai rencana perjalanan tersebut. Tiket dan voucher hotel dipersiapkan jauh sebelum hari H dengan membeli bia online, tujuannya adalah agar harga yang didapat murah dan sesampai di tujuan tidak direpotkan lagi dengan yang namanya cari-cari penginapan. Sehingga waktu tidak banyak terbuang.

Subuh itu saya bangun pada waktu yang sudah saya tentukan dengan menggunakan alarm HP. Sengaja alarm saya setting agar tidak telat dan tidak ketinggalan pesawat. Setelah semuanya dipastikan beres saya langsung bergegas keluar menunggu jemputan. Tidak berapa lama jemputan tiba tepat waktu, kami langsung meluncur ke rumah kost Firman untuk menjemputnya. Setiba di depan rumahnya ternyata si Firman belum kelihatan batang hidungnya, padahal sudah diingatkan agar siap-siap lebih awal. Setelah ditelpon ternyata dia baru habis mandi, sempat khawatir juga takut ketinggalan pesawat.

Tidak berapa lama menunggu karena memang ta desak biar cepat-cepat, muncullah dia membawa tas agak besar karena memang rencana kami sekalian pulang cuti ke kampung halaman. Dia pukang ke Semarang sedangkan saya pulang ke Batulicin Kalsel. Mobil langsung melincur menjju bandara Kalimarau Berau dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Sedampai di sana Alhamdulillah kami masih sempat alias belum telat. Tanpa pikir panjang kami langsung check-in kemudian lanjut ke ruang tunggu di lantai dua. Tidak berapa lama menunggu kami langsung boarding. Penerbangan Sriwijaya dari Kalimarau menuju Balikpapan ditempuh sekitar 50 menit. Tanpa adanya gangguan apapun pada penerbangan tersebut, kami tiba di Balikpapan dengan selamat dan ontime di jam 08.00 Wita.

Penerbangan dari Balikpapan ke Denpasar akan kami lanjutkan menggunakan penerbangan jam 11.00 siang dengan maskapai Citilink. Di Bandara Balikpapan kami mendapatkan infirmasi dari Akbar bahwa penerbangan dari Banjarmasin ke Surabaya mengalami delay yang diakibatkan pesawat Lion dari Jakarta delay berjamaah. Sudah dapat dipastikan kami tidak akan tiba berbarengan di Bandara Ngurah Rai.

Karena pesawat ke Bali siang hari maka cukup banyak waktu luang di Balikpapan. Kebetulan Firman pagi itu belum sarapan, maka kami putuskan untuk ke salah satu cafe di lantai 4 bandara Sepinggan. Firman memesan nasi goreng sedang mkan saya hanya memesan air mineral karena pagi itu sudah sarapan di rumah kost sebelum berangkat.

Setelah semua selesai kami langsung beranjak untuk check-in dan menuju ruang tunggu di gate 3 yang tidak jauh dari titik pemeriksaan keamanan.
Bandara Balikpapan saya rasa bandara paling nyaman dibandingkan bandara Cengkareng, Juanda ataupun Ngurah Rai. Karena merupakan bandara baru yang disesain sedemikian rupa untuk kenyamanan penumpang.

Kira-kira setengah jam kami menunggu langsung diarahkan untuk boarding. Keberangkatan saat itu tidak ada delay, semua sesuai rencana. Ini merupakan pengalaman pertama naik Citilink, armadanya bagus baik interior ataupun eksteriornya. Kondisi didalam pesawat bersih, pramugarinya ramah, namun masih jauh lebih ramah pramugari Garuda.

Perjalanan yang cukup lama menurut saya, karena saya lebih sering terbang dengan durasi rata-rata satu jam. Terdengar informasi dari awak kabin bahwa kami sudah akan mendarat di bandara Ngurah Rai, namun terlihat diluar kondisi cuaca kutang baik. Tidak lama kemudian awak kabin kembali memberikan pengumuman agar seluruh penumpang sesegera mungkin menggunakan sabuk pengaman karena cuaca buruk.

Beberapa kali saya merasa seperti mau jatuh, dan saya sempat berfikir mungkin ini merupakan hari terakhir saya hidup. Karena sebelumnya saya belum pernah merasakan keadaan seperti itu. Alhamdulillah setelah beberapa menit sang pilot berjuang akhirnya kami mendarat denga selamat di Bali. Welcome Bali.... Bersambung...

6 comments:

  1. Wah senangnya bisa ke Bali. Budgetnya pasti besar, ya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan mba krn dari Kalimantan, budget bisa lebih rendah jika berangkat barengan teman. Terima kasih ya sudah berkunjung ke blog saya 😊

      Delete
  2. wahahha, selamat jug aya terdampar di bali nya. citilink kayaknya emang oke ya, meskipun baru.. tanpa delay nih? mantep

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, nda ada delay. Namun pas baliknya krn kendala teknis jd kami ganti pesawat Garuda, tapi sdh ada pemberitahuan 1 hari sebelumnya 😊 Terima kasih ya sdh berkunjung ke blog saya.

      Delete
  3. selamat datang di bali. semoga betah ya liburan di sini. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betah disana, kepingin kesana lagi jika ada rejeki. Ingin fokus pantai dan belajar surfing :)

      Delete