Monday, May 16, 2016

Trip ke Pulau Derawan # Part 4

Tak berapa lama ada Bapak-Bapak dipinggir jalan yang lagi ngawasin kebunnya, kami mampir menghampiri Bapak tersebut buat tanya-tanya mengenai arah ke Tanjung Batu. Alamdulillah kata si Bapak kami gak salah arah kok emang ini jalannya kata dia. Soalnya dari tadi gak ada keliatan motor atau mobil yang lewat dari arah berlawanan dengan ciri-ciri traveler. Katanya Bapak yang punya kios gak lama lagi sudah sampai kok ke Tanjung Batu. Setelah pamit gas kembali kami tancap. Sekitar 10 menitan kami menemukan satu kios dan mampir untuk isi bensin sama beli minuman ringan. Setelah ngobrol bentar kami langsung lanjutin perjalanan.

Kurang lebih perjalanan setengah jam kami sudah sampai di Tanjung Batu setelah melewati jalanan yang berliku. Tikungan ekstrim dan hutan belantara mendominasi perjalanan kami. Sesampai di Tanjung Batu kesan pertama mengenai tempat ini adalah cukup bersih dan rapi, penduduknya pun cukup banyak. Fasilitas baik jalan dan fasilitas umum lainnya seperti sekolah dan bank ada disini. Dengan semangat kami langsung tancap gas mengikuti trek jalan lurus sesuai arahan ku. Lagi-lagi kami kesasar ternyata jalan tersebut adalah jalan buntu bukannya ke dermaga tapi malah ke laut, maaf saking semangatnya liat laut jadi mikirnya ujung dari jalan tersebut adalah dermaga karena langsung terlihat laut dari jauh. Tanpa pikir panjang kami langsung putar balik dan berinisiatif mengambil belokan ke arah selatan sekalian mampir tanya-tanya sama penduduk setempat mengenai posisi dermaga. Habis tanya-tanya informasi pun sudah kami dapat dari seorang Bapak pinggir jalan, langsung tancap lagi menuju dermaga sesuai arahan dari bapak tersebut.

Hanya membutuhkan sekitar tiga menit kami sudah sampai dermaga, dermaganya cukup besar rapi, cantik dan tertata dan panjang menjorok ke laut. Parkiran pun di taruh ke ujung di dekat para speed nyandar biar gak cape jalan. Cekrek kunci diputar artinya motor dah dimatiin, dermaganya cukup sepi jarang ada orang keliatan hanya beberapa saja yang jaga di ruang tunggu ada satu Ibu-Ibu dan ada juga Bapak-Bapak. Satu orang bapak menghampiri kami dan nanya-nanya maksud kedatangan kami, dia nawarin speed charter trus ak bilang kami gak cari charter tapi mau reguler saja lagian juga cuman bedua sekalian efisiensi. Kata dia kalo reguler harus tunggu penumpang lain lagi, gak papa kataku kami tunggu. Karen cuaca cukup terik kami buru-buru duduk berteduh di ruang tunggu yang cukup luas dan nyaman. Gak lama kemudian ada salah satu bapak-bapak datang nawarin speed reguler kata dia 100.000/orang. Okelah kataku deal 100.000 karenasaya juga gk begitu paham harga tarif speed reguler dan menurutku masih cukup pantas. Tanpa menunggu penumpang lain kami lengsung cuss naik speed boat.

Woww air lautnya bening benerrr padahal baru di dermaga apalagi kalo sudah di Derawannya ya...saya tanya sama abang sapeed nya kalo kami perlu pelampung, walaupun ak bisa berenang tetapi tetep harus perlu pelampung untuk antisipasi. Apalagi temanku tidak bisa berenang jadi wajib untuk keselamatan diri kita sendiri. Alhamdulillah ada rompi pelampungnya dan standar. Speed boat pun melaju dengan kencang menuju Derawan, pada saat itu waktu sudah menunjukan jam sembilan lebih namun cuaca sangat terik.


Sepanjang perjalanan laut saya banyak melihat ikan-ikan kecil baik yang berenang saja atau beterbangan kaya burung, tapi nda segitunya kok. Cuman lompat lompat doang dari air, feeling tu ikan genit ya... Tanpa pikir panjang dan lainnya saya langsung ambil ponsel dari tas tentengan y biasa lah.... buat foto-foto selfie ala anak alay... padahal emang dari sononya juga udah pada alay hahaahaha... Puas berfoto-foto ria kami kembali senyap menikmati perjalanan laut yang sungguh memukau....#lebay Dari kejauhan terlihat kabut mendung sangat tebal menyelimuti wilayah Tanjung Batu, mungkin kalo kami terlambat saja sampai di Tanjung Batu sudah bisa dipastikan bakal kehujanan di tengah jalan mana di sepanjang jalan jarang sekali keliatan rumah warga yang bisa dibikin buat beteduh.

0 komentar:

Post a Comment