Sunday, September 18, 2016

Iseng Bikin Foto dan Video Prewedding Teman

Nada dering HP berbunyi bertanda ada yang menelpon, biasanya diatas jam sembilan malam saya sudah tidak lagi menerima telpon dari nomor yang bukan teman akrab saya. Karena yang menelpon kebetulan adalah teman akrab, maka akhirnya telpon langsung saya angkat. Agak basa basi gimana teman saya yang nelpon itu, namun sudah ketebak maksud dan tujuannya adalah untuk minta bantuan saya bikin foto dan video prewedding. Okelah pikirku hitung-hitung sekalian buat eksperimen trial and error hahahah, maklum baru satu bulan lebih punya kamera DSLR.

Karena selain bakal bikin foto prewedding saya juga sekalian akan bikin videonya, otomatis harus ada konsep dan perencanaan yang sedikit rumit yaitu bikin yang namanya skrip. Tujuan skrip disini adalah agar proses syutingnya nanti lebih gampang, terarah dan supaya waktu terpakai dengan maksimal. Menurut saya proses pembuatan video jauh lebih rumit dari pada hanya bikin foto, karena foto hanya eksen cekrek selesai. Yang pasti karena ini adalah ajang eksperimen maka semuanya saya gratiskan hehehe...karena belum pernah sama sekali foto-foto apalagi foto prewed dan bikin video prewed.

Sekitar hampir dua jam lebih kami diskusikan konsep serta pembuatan skripnya. Jadi intinya mereka ingin foto-foto di salah satu tempat wisata lokal namanya Liang Bangkai (agak serem ya) yang tidak jauh dari tempat tinggal kami. Tempatnya berupa hutan, gua kapur dan bukit kapur, namun karena orang tuanya sangat percaya tahayul jadi lokasi foto dan pengambilan videonya hanya disekitar atau sisi bukit kapurnya saja alias tidak masuk gua ataupun naik puncak bukit. Terus terang saya jika ke temapt itu paling favoritnya adalah naik ke puncak bukit walaupun naiknya hampir mirip dengan panjat tebing, karena saking curamnya jalurnya.

Seteleh beberapa hari kemudian tibalah waktunya eksekusi di lapangan, siang itu sekitar jam 14.00 Wita tampak langit agak mendung, kupikir bakal batal ntar jika terjadi hujan. Namun untungnya hujan yang dikhawatirkan tidak jadi turun. Lokasi yang kami datangi sekitar 3 kilometer dari tempat tinggalku, tepatnya berada di desa tetangga. Anggota yang berangkat adalah Saya, Riqi dan mamanya, untuk ceweknya berangkat agak belakangan dengan satu orang temannya, jadi totalnya kami berlima. Kira-kira 80% perjalanan lancar karena kondisi jalannya beraspal, namun sisanya hedehhh jalannya sakit benerr... Saya saja sampai bediri-bediri diatas motor saking nda maunya sakit perut dan pantat karena jalannya keriting dan berbatu.

Tidak berapa lama kemudian kami sampai di TKP, tampaknya saat itu lagi ada perbaikan fasilitas dan jembatan pada lokasi tersebut karena pada saat itu ada beberapa pekerja, DT dan alat berat excavator yang sedang beraktifitas. Setelah agak masuk ke area yang dituju, alangkah kagetnya saya kondisi lapangan dan pohon-pohon cukup besar yang dulunya bagus luas dan natural (menurut saya) sekarang malah jadi sedikitit alay. Kenapa saya bilang alay, karena di tengah-tengah lapangannya sekarang di taruh pot-pot besar tidak beraturan yang isinya ditanami bunga kertas. Saya rasa jelekkk sekali jauh lebih bagus kondisi saat sebelumnya. Maklum saya baru tau perkembangannya karena saya hanya pulkam 3 bulan sekali saja yaitu pas cuti.


Setelah cukup lama mereka bedandan alias besolek, yang tukang dandani tidak lain adalah mamanya teman saya alias calon pengantin cowoknya. Karena cukup banyak perubahan pada area target, kami  pun merubah lokasi dari rencana sebelumya. Sebenarnya yang lama adalah nunggu selesai si cewek didandani saja, kalo cuman ambil foto sebentar saja. Karena lokasinya dihutan maka yang namanya nyamuk dan rumput ilalang bikin kedua kaki jadi gatal, maka aktifitas garuk-garuk lebih mendominasi kegiatan saya. Eksekusi dilaksanakan dengan penuh tantangan dan kejadian-kejadian konyol, sekitar hampir jam 18.00 Wita kegiatan selesai kami laksanakan. Artinya kami akan segera pulang, namun pada saat saya menyalakan motor entah mengapa motor saya setelah menyala tiba-tiba mati dan tidak mau hidup kembali. Saya mulai berfikiran macam-macam pada saat itu karena belum pernah motor saya bertingkah seperti itu. Setelah cukup lama saya berusaha menyalakannya maka akhirnya motor pun hidup kembali, lalu saya buru-buru meninggalkan tempat itu.


Keesokan harinya saya bangun tidur sekitar pukul 05.00 Wita, setelah selesai aktifitas lainnya maka saya langsung untuk melakukan finishing pada foto tersebut. Sekitar satu jam beberapa foto yang sudah saya seleksi sudah selesai finishing. Pagi itu juga foto tersebut langsung saya serahkan kepada teman saya, namun untuk video saya akan lakukan finishing agak siangan lagi. Untuk finishing video cukup lama dibanding foto walaupun durasi videonya kurang dari 3 menit, karena harus ada beberapa yang ditambahkan pada video tersebut. Salah satunya adalah text lebay pada closing video tersebut, karena saya harus sms teman saya lagi kira-kira text lebay apa yang akan dimasukan.


Cukup lama saya menyelesaikannya, karena spek PC yang saya gunakan tidak terlalu bagus untuk aplikasi edit video tersebut. Setelah video selesai teryata ada salah satu yang kurang yaitu penulisan kecamatan pada alamat akad nikahnya, namun saya biarkan saja sudah karena pada saat saya minta konfirmasi kebenaran alamat tidak ada respon dari teman saya. Ketika video sudah selesai saya upload ke YouTube, malam itu mereka ribut karena alamat ada kesalahan hahahah tau rasa kataku. Kataku jika mau edit lagi, edit saja sendiri nanti aku kasih software editingnya dan video mentahannya.... Tapi ternyata sampai saat ini mereka tidak edit juga, mungkin sadar begitu rumitnya untuk edit video tersebut hehehee... Jika penasaran sama foto dan videonya silakan lihat pada foto dan video dibawah jangan lupa like and subscribe channel saya jika berkenan ya... trims bagi yang sudah baca...maaf ya alur ceritanya datar, karena masih belajar nulis heheh..

4 comments:

  1. Replies
    1. Foto apa videonya :D
      terima kasih sudah berkunjung ke blog saya...

      Delete
  2. Wah, bisa diseriusi nih Mas, jadi wedding photographer :D
    Saya masih ngidam bisa beli DSLR buat motret masakan2 saya. Nabung duluuuu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengen sih Mas, cuman sy jg masih tahap belajar jd harus lebih banyak bereksperimen hehehe... DSLR saya juga masih belum lunas kreditannya 12 bulan hehehe... Semoga segera kebeli ya DSLR nya, terima kasih sudah berkunjung :D

      Delete