Sunday, May 22, 2016

Trip ke Pulau Derawan # Part 11 (Habis)

Hoaaammm.... sekitar jam 06.00 Wita kami bangun, saya rasa masih terbilang cukup pagi apabila dibandingkan dengan durasi tidur saya, karena tadi malam baru tidur sekitar jam 01.00 Wita. Masih terasa ngantuk sebenarnya, namun rasa itu tiba-tiba hilang ketika melihat keindahan matahari terbit dari timur. Cuaca pagi itu sangat cerah sehingga terlihat dengan jelas matahari di sudut timur pada pagi itu. Warna langit tampak keemasan, begitu indahnya matahari terbit di Derawan. Pagi itu saya sempatkan untuk langsung mengambil gambar suasana pagi dengan kamera ponsel. Setelah cuci muka dan gosok gigi saya langsung turun ke bawah menuju pantai dan duduk santai di bangku selonjor gazebo, sengaja nda mandi dulu. Tampak Aji duduk di gazebo tersebut, ternyata dia lebih dulu turun dan duduk-duduk disana. Semilir angin pagi itu menambah nyaman suasana pada saat itu. Pagi itu air laut masih terlihat cukup tinggi namun cukup tenang dan berwarna kehijauan, pas sekali rasanya jika langsung nyebur.

Cukup lama kami habiskan beberapa waktu disana dengan megobrol santai semabri menunggu jam sarapan pagi tiba. Kebetulan sarapan pagi kami tidak perlu repot-repot memikirkan dimana kami harus makan, karena biaya penginapan sudah termasuk sarapan pagi. Waktu sudah menunjukan hampir jam 07.00 Wita, persiapan sarapan di cafe tersebut sudah hampir selesai. Artinya tidak lama lagi kami akan mengisi bahan bakar. Selain petugas penginapan, ada beberapa tamu penginapan tersebut yang nongkrong di area cafe dan dermaga tersebut. Tampaknya beberapa kebanyakan tamu masih belum bangun, mungkin karena tadi malam tidurnya cukup larut.
Setelah persiapan makan pagi sudah selesai disiapkan, kami langsung menuju cafe dermaga yang letaknya hanya beberapa meter dari gazebo tempat kami duduk-duduk saat itu. Sebelem mengambil menu utama pada sarapan pagi itu, kami mulai dengan minuman hangat dan snack kecil dahulu. Aji mengambil kopi hitam dan saya lebih memilih teh hitam karena respon lambung saya tidak terlalu bagus terhadapa minuman kopi, selain itu saya lebih menyukai rasa dari teh dibanding kopi. Kami memilih untuk duduk di meja agak sedikit ke ujung, karena pada posisi itu tempatnya lebih cocok dan pas untuk menikmati suasana sunrise, sebab tidak tertutup oleh atap dan pandangan lebih luas. Seperti biasa jika sudah mendapati pemandangan indah maka jiwa alay bin narsis langsung terpanggil, tidak saya sia-siakan moment matahari terbit pagi itu untuk saya abadikan menjadi beberapa video.
 
Tidak beberapa lama tamu penginapan sudah mulai bermunculan, mereka tampak rapi dan sepertinya mereka akan kembali ke kota Tanjung Redeb pada pagi itu karena terlihat dari tas koper yang sudah mereka siapkan. Selain tamu tersbut, tampak juga beberapa tamu yang penampilannya belum rapi karena sepertinya mereka habis melakukan joging, kelihatan dari style mereka yang hanya memakai kaos oblong serta sepatu keits khusus untuk olahraga lagi dan keringat yang bercucuran pastinya. Suasana menjadi ramai, karena tamu-tamu tersebut merupakan sesama rekan kerja dari perserta gathering Telkomsel. Hanya kami berdua sepertinya merupakan tamu yang dari aliran berbeda. Setelah puas menikmati minuman hangat dan snack kecil, saya langsung putuskan untuk langsung menyantap makanan utama pada sarapan itu. Kami langsung menuju meja menu prasmanan yang sudah disiapkan, karena tamu yang datang sudah banyak maka kami harus antri dengan tertib mengambil makanan tersebut. Ada tersedia beberapa jenis nasi dan lauk yang telah disiapkan oleh penginapan, saya memilih untuk mengambil semuanya disiasati dengan porsi yang tidak terlalu banyak, karena jika sudah terakumulasi maka akan menjadi menu besar. Rasa pada makanan itu cukup enak, bumbu terasa pas sehingga saya tidak butuh waktu terlalu lama untuk menghabiskannya.
Setelah kami selesai menikmati sarapan, tampak beberapa tamu masih berdatangan dari kamar-kamar mereka untuk sarapan juga pastinya. Terdengar cukup riuh obrolan mereka, saya sempatkan untuk bertanya ke salah satu tamu. Katanya mereka sudah berada disini selama beberapa hari, dan sudah berkeliling ke semua pulau yang merupakan destinasi. Mereka berasal dari ICT Telkomsel dari berbgai daerah di Indonesia, pagi itu adalah hari terakhir mereka disana. Selain membawa diri sendiri, mereka juga diperbolehkan membawa keluarganya seperti isteri atau anak. Mereka pulang ke Tanjung Redeb tidak perlu capek-capek dalam perjalanan darat karena speed boat besar yang mereka charter langsung PP ke Tanjung Redeb. Kemudian kami melanjutkan berjalan menuju ujung dermaga sekaligus menikmati suasana pagi yang sangat indah. Kami sepmatkan untuk berfoto-foto lagi di dermaga tersebut. Air laut di pantai pada pagi itu terlihat berwarna kehijauan bukan kebiruan, mungkin pengaruh dari cahaya atau apalah-apalah yang pasti luar biasa idahnya...

Tak terasa kami sudah sampai ujung dermaga, air pada pagi itu ternyata jauh lebih dlam daripada sore kemarin karena terlihat dari bebeberapa anak tangga yang tenggelam. Setelah beberapa menit di dermaga tersebut, datanglah salah satu speed boat ukuran besar yang sisinya sekitar puluhan orang. Saya kira mereka baru datang untuk berkunjung ke pulau ini, namun setelah dilihat penampilan mereka bukan seperti orang baru datang. Setelah melihat beberapa aktivitas dan bertanya ternyata mereka akan melakukan snorkling di tempat itu. Woooww pikirku kebetulan sekali, karena sebenarnya dari tadi saya ingin sekali menceburkan diri di sana, namun karena tidak ada teman saya sedikit kurang berani. Karena airnya lebih dalam dan arusnya lebih deras. Katanya mereka dari penginapan sebelah dan merupakan rombongan dari tarakan.
Tanpa pikir panjang saya langsung balik lari-lari ke penginapan untuk mengganti pakaian dan menyewa peralatan snorkling. Walaupun saat itu penyewaan belum terlihat buka, saya mencoba untuk mencari petugas yang penginapan yang menangani penyewaan peralatan snorkling. Ok akhirnya sudah siap, saya kembali bergegas menuju ujung dermaga, walaupun harus menerobos gerombolan anggotan gathering yang lagi meeting dan menutup jalan. Tanpa menghilangkan rasa hormat, saya minta izin ke meraka untuk numpang lewat. Setelah kacamata dan kaki katak terpasang, byurr saya bercebur langsung becebur dan membaur bersma wisatawan lain. Kebetulan si Aji tidak ikut lagi dia snorkling, mungkin dia capek dan pegal-pegal efek karena tidak pernah berenang sebelumnya.
Beberapa wisatawan macam-macam tingkahnya ada yang alay, narsis, ada yang dokumentasi bikin video bawah air sampai yang saya rasa yang bertipe perusak. Mengapa saya bilang perusak, karena ada beberapa dari mereka yang mengambil mahluk laut seperti bintang laut enatah untuk dibawa pulang atau apa, yang pasti tindakan tersebut sangat tidak terpuji. Seharusnya aset seperti terumbu karang, ikan, dan binatang lainnya di jaga dengan baik bahkan dilestarikan bukannya pada diambil atau dirusak. Pada akhirnya kita dan generasi berikutnya yang akan dirugikan, karena tidak lagi dapat menikmati keindahan laut ataupun dan banyak dampak lainnya baik dari segi pariwisata ataupun ekonomi. Semoga mereka segera disadarkan ya... Kalian...tidak boleh melakukan hal-hal yang merugikan ya kalo berwisata, seperti corat-coret, buang sampah sembarangan, dan hal-hal lain yang dapat merugikan tempat wisata tersebut ataupun kita semua.
Kebanyakan wisatawan tidak mengetahui spot terbaik menyelam, mereka kebanyak hanya bergerumul di sekitar dermaga. Seperti cerita saya sebelumnya, bahwa di sekitar dermaga sudah banyak yang rusak. Guidenya juga tidak mengarahkan, mungkin tidak tau juga atau malas. Saya beserta salah satu pengunjung mencoba untuk mengajak mereka ke spot yang lebih emejing, setelah itu mereka baru ngeh... Agak jauh ke arah utara dari dermaga tempat yang biasanya digunakan untuk turun, ada terdapat salah satu dermaga cottage sebelah yang bukan merupakan tempat untuk turun jika akan melakukan sorkling, kebetulan dibawah dermaga tersebut adalah tempat berkumpulnya ikan-ikan yang sangat banya. Dari atas sampai dasar laut dipenuhi oleh ikan, dari yang ukurannya kecil sampai besar ada. Itu merupakan titik paling bagus untuk melihat ikan. Tinggal menghamburkan remah-remah roti, ikan-ikan kecil pun langsung berkumpul. Jadi jika ingin melihat ikan bergerumul maka jangan lupa bawa roti dari penginapan untuk ditabur didalam air. Salah satu kekurangan tempat ini adalah tempatnya tidak terlalu luas hanya seikuran dermaga, dan cukup sempit karena terhalang oleh balok-balok penyangga dermaga. Selain itu juga banyak terdapat binatang yang tidak terlihat karena ukurannya mikro menyengat kulit, cukup sakit seperti digigit nyamuk, entahlah itu binatang apa’an..soalnya nda kelihatan...

Lebih dari satu jam saya snorkling bolak-balik, rasanya sudah cukup. Saya kembali penginapan tidak melalui jalan dermaga namun saya memilih untuk berenang dari sisi dermaga cottage sebelah menuju pantai. Karena ingin lebih santai maka kacamata snorkling saya lepas, bukannya ngilangin ribet tapi nambah ribet. Karena tanpa kacamata dan penutup hidung berenang jadi lebih cepat cape dan  ngos-ngosan. Saran saya jika harus berenang dengan jarak jauh dilaut, sebaiknya masker dan kacamata snorkling jangan dilepas. Setelah beberpa lama, akhirnya saya sampai ke tepi pantai. Ditengah perjalanan saya sempat melihat beberapa ikan baracuda yang, saya jadi sedikit parno karena saya pernah melihat dokumenter di National Geographic ikan tersebut kadang bisa menyambar manusia dengan gigi-giginya yang tajam walaupun sangat jarang terjadi. Ah lewatkan semua pikiran buruk itu, saya pun lanjut berenang.

Sampai lah saya di pantai, walaupun cukup banyak memekan waktu. Tenaga cukup terkuras karena alat kacamata dan masker penutup hidung tidak saya pakai. Saya lanjutkan lagi berenang dengan menyebrangi dermaga lewat bawah menuju pantai depan penginapan. Dari jauh terlihat seekor Aji sedang aktif menelpon di bangku selonjor, tampaknya dia sudah mandi dan rapi. Setelah sampai di bibir pantai saya langsung menuju warung kecil penjual minuman segar dan kacang-kacangan untuk mengembil beberapa yang saya perlukan, seperti biasa ambil dulu barangya nanti siang baru dibayar. Ibu penjualnya pun cukup percaya dengan kami, jadi tidak pernah diminta bayar sebelum mengambil barang. Saya kembali ke bngku selonjor di gazebo, sambil menikmati cuaca yang sudh mulai terik sambil minum minuman dingin dan makan camila kacang kulit serta snack lainnya. Karena cuaca terik sehingga cukup silau jika pandangan diarahkan ke laut, sebenarnya jika punya kacamata maka akan sangat membantu. Setelah puas makan duduk-duduk saya kembali ke laut lagi untuk berenang dan berendam, tidak lupa di atas pasir saya tebar handuk yang sengaja saya bawa dari rumah, saya gunakan handuk tersebut sebagai alas untuk baring-baringan dan berjemur. Tidak lupa juga saya bawa beberapa botol minuman segar di dekat handuk tersebut. Hemmmmm....menikmati pantai yang berpasir putih serta air laut yang bersih dan bening sambil tiduran merupakan sesuatu yang sangat cetar menurut saya. Berbaring dan berjemur di pantai diatas handuk ala-ala para bule yang lagi berjemur di pantai, memang apa yang saya lakukan terinspirasi dari para bule yang sering berjemur dipantai dengan alas handuk. Sayang sungguh sayang tidak bawa kaca mata sunglasses hitam jadi terasa silau. Saran saya jika kamu ingin wisata ke pantai wajib bawa sunglasses hitam ya biar tidak silau. Sesekali saya bercebur dan berenang kemudian kembali lagi, seperti itulah salaj aktifitas saya menikmati pantai. Rasanya tidak afdal kalau ke pantai tidak main air dan berjemr. Satu lagi, saran saya jika ke pantai jangan lupa bawa yang namany sunblock karena panas dengan sangat terik serta durasi berjemur yang lama akan membahayakan kulitmu, dari terbakar hingga yang paling parah kangker mungkin... Sayang sekali juga pada liburan itu saya juga lupa bawa sunblock, padahal sunblock sudah saya siapkan dari jauh-jauh hari ditambah dengan harganya yang cukup mahal, namun  pasti hari H malah lupa bawa.
Pagi menjelang siang pantai depan penginapan kami jarang terlihat orang berkumpul dan berlalu lalang disana, mungkin karena pantainya seperti milik si penginapan dan terkesan milik penginapan sehingga banyak wisatawan yang enggan sekedar duduk-duduk dan berkumpul di sana. Kalaupun ada yang ke area sana, mereka hanya duduk-duduk di depa warung kecil di depan pos polisi disamping area penginapan. Jadi selama saya dipantai itu serasa pantai milik sendiri heheh.... Pagi itu ada beberapa anak muda laki-laki perempuan yang berkumpul duduk-duduk di depan warung disamping penginapan, sekitar ada lima orang. Mereka tidak bermain air, hanya duduk-duduk dan minum-minum saja disana. Walapun hanya beberapa orang saja, tapi suara mereka sangat heboh ketika mengobrol atau bercanda.

Cukup lama saya berenang, berendam dan berjemur ala bule alias ikan asin di pantai itu. Ternyata waktu sudah menunjukan hampir pukul 11.00 Wita, kemudian saya putuskan untuk berhenti dan kembali untuk mandi berbilas serta bersiap-siap untuk pulang. Tidak lupa belanjaan harus dibayar dahuklu ke warung sebelah. Kami berencana pulang di jam 12.00 Wita dengan memesan speed yang kemarin mengantar kami dari Tanjung Batu untuk menjemput langsung ke dermaga penginapan kami. Setelah selesai mandi dan packing-packing kami langsung menuju cafe sekaligus dermaga di bangunan sebelah, di saat menunggu kami sempat ngobrol-ngobrol dengan seorang Ibu-Ibu chinese yang menunggu suaminya memancing disekitar sana dari kemarin. Lama ngobrol dengan ibu itu cerita ini dan itu, ternyata dia warga Tanjung Redeb, hampir setiap bulan ke Derawan menemani suami dan anak serta teman-teman suaminya memancing di sekitar laut di Derawan.

Setelah itu kami pamit dengan ibu itu untuk berpindah tempat ke truang tunggu di dermaga sekalian menunggu kedatangan speed yang kami pesan. Setengah jam lebih speednya belum muncul-muncul juga, rada songong juga tuh drivernya tadi ditelpon bilangny sudah dekat. Di dermaga kami ngobrol lagi bersama petugas penginapan yang juga petugas penyewaan alat-alat snorkling. Cukup lama dan banyak juga yang kami bicarakan, sehingga tidak terasa suntuk ketika menunggu speed tiba. Selain ngobrol kami sempatkan lagi untuk foto-foto sedikit di sana sebagai foto terakhir. Tidak lama kemudian datanglah speed yang ditunggu dan langsung sandar, karena dermaga antara terendam air dan tidak, jadi ketika saya mau naik namun karena perhitungan kurang tepat maka kaki saya dihantam ombak kecil...brusss ombak kena kami dan basah dah sepatuuu...
Setelah semua siap, langsug kami meluncur ke Tanjung Batu. Sesampai disana ongkos langsung dibayar, kami langsung naik dan menuju ke parkiran. Ongskos parkir motor selama dua hari adalah 20.000, jadi satu hari adalah 10.000 untuk satu motor. Setelah parkiran dibaya kami langsung meluncur kembali. Ditengah perjalanan kami diguyur hujan, dan apesnya lagi tidak beberapa jauh perjalanan ternyata tidak hujan. Kami kelihatan tampak aneh basah kuyup karena pada wilayah yang kami leweti tidak ada hujansetetes pun huhhh... Setelah beberapa jam perjalanan hujan kembali turun, sempat berteduh selama sekitar 30 menit di depan rumah kosong, setelah hujan cukup reda kami lanjutkan kembali perjalanan. Hampir seluruh perjalanan terlihat basah bekas diguyur hujan, hanya di daerah Gunung Tabur Teluk terlihat cerah, namun setelah Teluk sampai Labanan jalanan kembali basah. Akhirnya sekitar jam 17.00 Wita kami sampai juga di Labanan...capek memang...tapi itulah sesuatu perlu pengorbanan salah satunya capek....

4 comments:

  1. Hee..hee nice trip yaaa... waduh pengen ke Derawan lagi... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pulau lain aja lagi, Kakaban, Maratua atau Sangalaki. Gimana ntar lebaran ke2...

      Delete
  2. derawan memang indah, tapi yang paling di suka kakaban. hee...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya gan, belum sempat lagi kesono selalu terhalang jadwal kerja...heheh insya Allah nanti lebaran krn gak pulkam hohoho...

      Delete